Oleh: Yulianto | 1 November, 2008

Konsolidasi dan Penurunan

 

Konsolidasi dan Penurunan

 

Konsolidasi dan Penurunan filosofi Baca LD Wesley

Primary Consolidation: Penurunan karena keluarnya air pori dari ruang pori

Secondary Consolidation: Penurunan tanpa diikuti keluarnya air pori ( ∆s kecil )

 

Normally Consolidated:

Lapisan yang belum pernah mengalami tegangan diatasnya lebih tinggi dari pada tegangan yang berlaku pada masa sekarang.

Berlaku Rumus:  S = ( H Cc log Po+∆P/ Po )/1+eo

 

Over Consolidated:  S normally lebih besar  S over

Lapisan bawah pada suatu saat dalam sejarah geologi pernah mengalami konsolidasi akibat tegangan yang lebih tinggi / tegangan kritis ( Pc ) dari tegangan sekarang, atau lapisan yang pernah mengalami tegangan kritis.

Berlaku Rumus: S = ( H Cr log Po+∆P/ Po )/1+eo Bila Po+∆P ≤ Pc

 S = ( H Cr log Pc/Po )/1+eo

 + ( H Cc log Po+∆P/Pc )/1+eo

 Bila Po+∆P> Pc

 

Catatan:

Cu = Kuat geser Undrained = 0.5 qc dalam t/m²

Pc = 2 qc ( t/m² ) = Pre consolidation Pressure

Cr = Re Compression Index = 1.00 s/d 1.125 Cc

Cc = Compression Index ( laboratorium )

H  = Tebal lempung

Po = Overburden Pressure

∆P = Tambahan Tegangan dari beban timbunan.

 

Selamat mencoba latihan menghitung.

Oleh: Yulianto | 18 Oktober, 2008

M. Lingkungan

Manajemen Lingkungan

( Di kompilasi oleh Yulianto untuk menjawab Pertanyaan Bapak Nugroho Widhi Santosa di blog ini )

 

Sebetulnya ahlinya dibidang Lingkungan adalah pak Nugroho sendiri namun karena kebetulan beliau selalu menjawab pertanyaan apa saja maka saya mencoba untuk menjawab juga walaupun masih ada kekurangan dan perlu koreksi.

Pada pelaksanaan kegiatan fisik dilapangan kontraktor akan menyusun program pelaksanaan manajemen lingkungan. Secara formal di Spesifikasi Teknik membahas UPL ( Upaya Pengelolaan Lingkungan ), yang biayanya sudah termasuk didalam harga satuan.

Disini hanya saya berikan sedikit contoh saja, untuk detilnya silahkan menghubungi dan menanyakan langsung ke email yc3tt @ yahoo.com

1)  Kendaraan dan mesin diharapkan mempunyai peredam dan gas buang pada tingkat yang sesuai standar mutu udara

2)  Operasional dan pemeliharaan kendaraan / mesin sesuai pabrikan

3)  Kegiatan pekerjaan sebaiknya bukan dilaksanakan malam hari

4)  Memprioritaskan pekerja setempat

5)  Pemilihan sumber bahan memperhatikan:

a)  Lokasi sumber bahan yg sudah dibuka, hati2 jumlah & kualitasnya

b)  Kehilangan / kerusakan Sumber Daya Negara menjadi hal yang penting maka diblog ini saya tekankan tentang Recycling

c)  Eksploitasi sumber bahan di daerah sumber daya alam vital harus dihindari seperti hutan, daerah yang dilindungi / burung dan hewan lain, daerah penghasil bahan makanan. dsb

6)  Setelah ok penggalian hanya dilaksanakan untuk kebutuhan proyek saja.

7)  Bila didaerah bergunung / berbukit dibuat galian bertangga berdrainase

8)  Rehabilitasi sesegera mungkin ( ini penting sekali )

9)  Pembersihan dan pembongkaran hanya dilaksanakan didaerah yang benar-benar diperlukan untuk pekerjaan

10)Pembabatan ditindak lanjuti penanaman kembali

( ibaratkan ada tebang 1 tanam 10 )

Biasanya semua tergantung spesifikasinya. Sehingga ketentuan jenis tanaman yang akan ditanampun ada aturannya.

11)Permukaan yang menghasilkan debu supaya dibasahi teratur

12)Ini hal yang sering dibicarakan konyol karena jalan milik rakyat / negara tapi sering dirusak / dikembalikan seperti semula gara-gara utilitas yang sekarang banyak dimiliki swasta.

13)Tumpahan minyak dan polusi bahan buangan harus dicegah

14)Perhatikan selagi transportasi material supaya ditutup dan tidak boleh berceceran / bocor.

15)Udah pak Nug mohon dilanjutkan dan ditanggapi bila ada yang email:  yc3tt@yahoo.com

Oleh: Yulianto | 7 September, 2008

Recycling Flexible

 

Pedoman Pelaksanaan dan Pengendalian Mutu Lapis Pondasi Daur Ulang Campuran Dingin Dengan Foam Bitumen

( Bimbingan CMRFB )

 

 

Pendahuluan

Pada prinsipnya Daur Ulang Lapisan Pondasi dengan Foam Bitumen dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

1.Perencanaan dan Pembuatan Foam Bitumen

2.Perencanaan RAP / Reclaimed Asphalt Pavement = hasil milling yang mengandung Asphalt  dengan Foam Bitumen

3.Pelaksanaan Pekerjaan, meliputi: Pencampuran, Penghamparan, dan Pemadatan.

·   Pelaksanaan dengan unit produksi di tempat ( in place )

·   Pelaksanaan dengan unit produksi di sentral ( in plant )

 

Pelaksanaan Dengan Unit Produksi di Tempat ( In Place )

Pada cara ini seluruh kegiatan penggarukan lapisan perkerasan, pencampuran hasil garukan dengan Foam Bitumen serta penghamparan hasil pencampuran dilakukan secara bersamaan menggunakan mesin recycling. Urutan Pekerjaan adalah sebagai berikut:

·   Penyiapan lapisan yang akan  didaur ulang

Pembersihan permukaan

Penghamparan agregat baru yang diperlukan pada permukaan sesuai percobaan

Penghamparan semen pada permukaan sesuai percobaan

·  Penggarukan, pencampuran, penghamparan

Pengaturan rangkaian mesin recycling, tangki air dan tangki bitumen

Penyetelan mesin recycling untuk mendapatkan:

Kedalaman penggarukan rencana

Tekanan dan nozzle pengeluaran air untuk pembuatan Foam Bitumen

Pengeluaran air yang yang diperlukan untuk pengkondisian campuran pada 80% – 90% omc

Suhu serta besaran pemasokan bitumen yang diperlukan

Menjalankan mesin recycling dengan kecepatan sesuai dengan percobaan.

·   Pemadatan hamparan

-Pemeriksaan kadar air hamparan dan pengkondisian untuk mendapatkan 80%-90% kadar air optimum

-Pada awal dengan pemadat roda karet ( Tyre Roller ) dengan berat sesuai percobaan campuran

-Pemadatan kedua ( utama ) menggunakan pemadat getar dengan berat serta amplitudo penggetaran besar sesuai percobaan pemadatan.

-Perataan hamparan yang sudah dipadatkan menggunakan motor grader.

-Pembasahan hasil perataan untuk pengembalian pada 80%-90% kadar air optimum

-Pemadatan ketiga menggunakan pemadat getar dengan amplitudo kecil sesuai percobaan pemadatan

-Pemadatan akhir dengan alat pemadat roda karet ( Tyre Roller )

-Pelapisan konstruksi diatas  CMRFB memerlukan waktu sekitar 2 hari guna memberi waktu kandungan air dalam campuran bitumen ( kadar air campuran padat telah menguap minimum 50% ).

« Newer Posts

Kategori